Search for:
DPC PARTAI HANURA KOTA DEPOK REBUT 6 KURSI PADA PEMILU 2024

Depok, Bappilu – Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura Kota Depok, yang dipimpin oleh Denny Januar yang juga Calon Legislatif DPRD Kota Depok menetapkan target pemenangan 4-6 kursi.

“Pada 2014 silam DPC Kota Depok memiliki 2 kursi namun saat ini (2019) kosong, 2024 kita harus rebut kembali kursi”. Tutur Denny saat menghadiri acara peresmian Kantor DPC Partai Hanura Kota Depok, Sabtu (4/11).

Denny, yakin DPC Partai Hanura Kota yakin dan mampu memberikan kontribusi suara yang signifikan untuk meraih suara lebih dari parliamentary threshold 4% dengan melakukan komunikasi politik dan pendekatan dengan kelompok Gen Z.

“Kita turun langsung ke akar rumput dan melakukan komunikasi politik dengan partai koalisi beserta relawan-relawan lainnya dan komunitas Gen Z”. Kata Denny

Denny berharap semua caleg dibawah kepemimpinannya untuk memberikan semua potensi terbaik  dan membentuk PAC hingga Ranting diwilayah yang masih ada pengurusnya untuk pemenangan Partai Hanura di 2024 nanti.

“Saya menggalang kepada seluruh caleg untuk bisa dalam bekerja mengumpulkan suara di akar rumput dengan membentuk PAC sampai ke Ranting karena saya melihat merekalah ujung tombak pemenangan”. Tutup Denny.

GEN Z MERUBAH ARAH POLITIK NEGARA

Jakarta – Tahun politik 2024 ramai orang membicarakan tentang generasi Z atau lebih dikenal dengan Gen Z. Seperti yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum, ada 66.822.389 atau 33,60 persen pemilih dengan kategori generasi Milenial. Banyak partai mencoba meraih simpati dari generasi ini, seperti yang dilakukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dalam kurun dua pekan Kaesang menjadi Ketua Umumnya mampu menggaet 399 anak muda Jawab Barat gabung bersama partainya.

Pemilik nama lengkap, Kaesang Pangarep, yang merupakan putra bungsu dari Presiden Joko Widodo ini mampu membawa atmosfer generasi Milenial masuk ke partainya, sebetulnya apa dan bagaimana peran serta pengaruh Gen Z pada peta politik di Indonesia ini?

Pandangan dari Dr.Abdul Azis Khafia, S.Si., M.Si., Direktur Sekolah Politik Partai Hanura menjelaskan, Generasi Z merupakan kelompok individu yang lahir antara akhir 1990-an hingga pertengahan 2010-an, akan memegang peran yang krusial dalam Pemilu 2024. Mereka adalah generasi yang tumbuh dengan teknologi digital dan media sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara online, membagikan informasi, dan menggalang dukungan melalui platform-platform seperti Instagram, Twitter, dan TikTok, menjadikan mereka pengaruh besar dalam merancang narasi politik.

Menurut Azis, generasi ini lebih peka terhadap isu sosial dan lingkungan. Mereka aktif dalam berpartisipasi dalam gerakan-gerakan seperti perubahan iklim, hak-hak LGBT, dan kesetaraan gender. Pemahaman mendalam mereka tentang isu-isu ini akan memengaruhi keputusan mereka di pemilu, dan calon-calon yang ingin menarik perhatian Gen Z harus memiliki pandangan dan rencana konkret terkait isu-isu ini.

Selain itu, Gen Z memiliki tingkat ketidakpuasan yang tinggi terhadap politik yang konvensional. Mereka mencari pemimpin yang transparan, otentik, dan berkomitmen pada perubahan positif. Oleh karena itu, calon-calon dan partai politik perlu beradaptasi dengan cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan pemilih Gen Z agar dapat memenangkan dukungan mereka.

Pemilu 2024 akan menjadi momen penting untuk melihat sejauh mana Generasi Z akan memengaruhi hasil pemilihan dan mengarahkan arah politik negara ini. Kesadaran akan peran penting generasi ini dalam pemilu ini adalah kunci bagi setiap calon yang ingin berhasil, dan strategi kampanye yang fokus pada nilai-nilai, aspirasi, dan keprihatinan generasi ini akan menjadi faktor penentu kesuksesan politik di masa depan.